Hampir semua manusia terperdaya oleh hawa nafsunya sendiri, sehingga banyak manusia yang kalah oleh dirinya sendiri. Oleh karena itu, perang melawan hawa nafsu sangat berat sekali. Sebab hawa nafsu itu ditopang oleh syaitan yang terkutuk. Kunci untuk mengalahkannya adalah introspeksi diridan tidak menyalahkan orang lain. Rajin menuntut ilmu dan senang berkumpul dengan orang-orang yang sholeh.

Imam Ibnu Qoyyim berpendapat bahwa jihad yang paling utama adalah jihad yang paling sesuai dengan tuntutan waktu dan kondisi. Ibadah puasa di bulan suci Ramadhan adalah salah satu cara mengekang dan melawan hawa nafsu. Kita tidak hanya diminta untuk menahan haus dan dahaga saja, tetapi juga mampu mengendalikan diri untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Imam Ibnu Qoyyim berkata, bahwa JIHADUN NAFS memiliki 4 Peringkat :

Berjihad melawan nafsu agar mau mempelajari petunjuk agama dan kebenaran Islam.
Berjihad melawan hawa nafsu agar mengamalkan apa yang telah dipelajari dan diketahuinya.
Berjihad melawan hawa nafsu agar mau berdakwah.
Berjihad melawan nafsu agar bersabar dalam memikul beban dakwah.
.

Bentuk-bentuk Jihad an-nafs

Secara umum jihad an-Nafs ada dua bagian yaitu ;

Melakukan jihad nafs terhadap hal-hal yang diinginkan. Di antaranya berupa keselamatan, kekayaan dan kesehatan. “Abdurrahman bin Auf berkata, “kami diuji dengan kesusahan, kami mampu bertahan. Dan kami diuji dengan kesenangan, namun kami tidak mampu bertahan”Melakukan jihad nafs terhadap hal-hal yang dibenci.

 

Banyak orang ketika diuji dengan kemiskinan ataupun kesusahan dia akan sanggup bertahan, tetapi bila dia diuji dengan kesenangan hanya sedikit manusia yang mampu untuk bertahan. Oleh karenanya manusia harus mampu melawan dirinya baik di kala susah maupun senang. Manusia harus lebih berhati-hati bila diuji dengan kekayaan. Harta yang berlimpah terkadang membuat orang tak mampu mengekang keinginan hawa nafsunya.

ada 3 bagian  yang perlu diketahui:

Jihad an-nafs ‘alath –thaa’at, Yaitu berjihad melawan nafsu agar mau melakukan ketaatan karena tabiat nafsu manusia senantiasa membenci ubudiyah dan merasa berat memikulnya.

Jihad an-nafs ‘ala tarkil ma’aashi, Yaitu berjihad melawan nafsu agar meninggalkan maksiat. Jihad ini sangat berat karena nafsu senantiasa merindukan dan menginginkan kemaksiatan.

Jihad an-nafs ‘alar-ridho biqodarillah, Yaitu berjihad melawan nafsu agar ridha dengan ketentuan dan takdir Allah.

Diperlukan bekal-bekal ruhiyah dalam berjihad melawan hawa nafsu, yaitu:

Memiliki azam atau niat yang kuatSenantiasa bertafakkur, dan mampu mengintrospeksi diriAgar tidak ridha manakala binatang lebih mulia dari dirinya

Mengetahui dampak buruk dari mengikuti hawa nafsuSelalu menimbang-nimbang antara keselamatan agama dan kenikmatan sesaat.Kesadaran bahwa pangkal dari kejahatan adalah mengikuti hawa nafsuMenyadari bahwa hawa nafsu merupakan dinding yang mengelilingi neraka

“Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia. “Ibrahim berkata, “Dan saya mohon juga dari keturunanku. “Allah berfirman, “Janji-Ku ini tidak mengenai orang-orang yang dzalim” (al-Baqarah : 124)“Janganlah kamu mentaati orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami dan menuruti hawa nafsunya. Dan keadaannya itu melewati batas” (al-Kahfi : 28)

Rasulullah bersabda: “Surga dikelilingi oleh berbagai macam kesulitan, dan neraka dikelilingi oleh berbagai macam kesenangan” (H.R Bukhori dan Muslim). Oleh karena itu(pake kesimpulan kertas)

no image
  • Judul :
  • Penulis :
  • Kategori :
  • Rating : 100% based on 10 ratings. 5 user reviews.
Item Reviewed: 9 out of 10 based on 10 ratings. 9 user reviews.
Emoticon? nyengir

Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^

Komentar Terbaru

Just load it!